Fakultas Teknologi Pertanian Gelar Pendampingan Akreditasi LAM PTIP untuk Wujudkan Prodi Sarjana Unggul
Fakultas Teknologi Pertanian menyelenggarakan kegiatan pendampingan akreditasi oleh Asesor LAM PTIP guna mengevaluasi dan mempersiapkan program studi mencapai predikat Sarjana Unggul pada Kamis, 10 Oktober 2026. Acara yang bertempat di Ruang Theater Gedung GA Lt. 2 Fakultas Teknologi Pertanian ini diikuti secara penuh oleh tim Task Force dari program studi S1 Teknologi Pangan, S1 Teknik Pertanian & Biosistem, serta S1 Teknik Pertanian.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Teknologi Pertanian, Dr. I Wayan Rai Widarta, S.TP., M.Si. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya sinergi dan kesiapan seluruh tim dalam menyukseskan akreditasi.
"Kegiatan pendampingan ini adalah wujud nyata komitmen Fakultas Teknologi Pertanian dalam mengawal dan menjamin mutu pendidikan secara berkelanjutan. Saya meminta seluruh tim Task Force dapat menyerap arahan dan masukan dari asesor secara optimal. Mari kita pastikan ketiga program studi kita tidak hanya siap secara kelengkapan administratif, tetapi juga benar-benar mantap dan pantas untuk meraih predikat Sarjana Unggul," tegas Dr. I Wayan Rai Widarta.
Sesi pendampingan teknis dipandu langsung oleh narasumber utama, Asesor LAM PTIP, I Putu Sudiarta, S.P., M.Si., Ph.D. Fokus pendampingan diarahkan pada pembedahan strategi pemenuhan 61 indikator penilaian akreditasi dengan total bobot 100 yang merujuk pada pedoman LAM PTIP. Tim diarahkan untuk menyelaraskan kelengkapan dokumen berdasarkan empat aspek utama (Masukan, Proses, Luaran, dan Dampak) yang didistribusikan ke dalam enam kriteria pokok: Budaya Mutu, Relevansi Pendidikan, Relevansi Penelitian, Relevansi PkM, Akuntabilitas, dan Diferensiasi Misi.
Dalam arahannya, I Putu Sudiarta mengingatkan bahwa akreditasi adalah potret dari kebiasaan akademik sehari-hari.
"Predikat unggul bukanlah sekadar akumulasi angka atau kelengkapan berkas sesaat, melainkan cerminan dari implementasi budaya mutu yang riil dan berkesinambungan. Kuncinya ada pada kelengkapan bukti siklus evaluasi di setiap lini. Pastikan setiap dokumen yang disiapkan mulai dari relevansi pendidikan, integrasi penelitian dosen, hingga rekam jejak lulusan di masyarakat benar-benar selaras dengan 61 indikator baku LAM PTIP," papar I Putu Sudiarta.


UNIVERSITAS UDAYANA